Skip to main content

New Post

2026: SILENT ERA

putuk lesung : 1740 mdpl (New normal)


New normal, new adventure.

Hi, what's up ?
-by the way, hope y'all doing well.
First of all, i kinda excited karena di kesempatan kali ini gue bisa share story lagi wkwk... 

Seperti yang kita tau, saat ini kita sedang memasuki era-New Normal. Which is sedikit demi sedikit pelonggaran aktivitas sudah mulai diberlakukan. Mall dan shops dibuka kembali, beberapa public transportation bisa mulai beroperasi. So pasti itu semua dengan standart operational procedure baru dan protokol kesehatan. 
Apapun yang sedang terjadi, disini tidak berhenti berharap semoga pandemi ini segera berakhir, i personally ikut seneng pas denger beberapa vaksin yang sedang diuji coba menunjukkan kemajuan positif, walaupun masih butuh banyak tahap penyempurnaan. 
At least adanya pelonggaran, menjadi sedikit space untuk bernapas dan motivasi bertahan ditengah pandemi ini. 

Is it possible for travel now ?

Pertanyaan itu pasti terngiang di kepala. Sama halnya dengan gue 😃 ibarat kata rasa gatel yang buru-buru pengen digaruk, stuck di rumah bisa jadi heaven or hell diwaktu yang bersamaan.
Anyway kabar baik buat yang bosen mantengin vidio virtual travel tour, karena di era New Normal sekarang ini beberapa destinasi wisata sudah ada yang dibuka, again ! dengan Protokol Kesehatan. 
(For example, please ! cekidot here.)
...
( Tips : Before execute travel trips, make sure you have enough updated informations of your destination, recently many places also transportation need some requirements that you must have it. )
...
Oke, tempo hari gue ngetrip nih guys (dadakan pula) jadi gue bakal ceritain mumpung masih anget anget... (*lol)

Enjoy solitude with the real sunrise view

Sesuai dengan judul, elo tau lah gue kemana 😅 "Putuk Lesung" 
iya bener, sekarang pertanyaannya : elo tau nggak tempatnya dimana ?
Ngaku ! buat elo yang dulu sempet ikut pecinta alam atau join hiking community pasti udah familiar atau setidaknya pernah masukkin tempat ini ke bucket list destinasi yang sudah/akan elo kunjungi.

Yoweslah, buat yang kaga tau (aja). Putuk Lesung termasuk salah satu tempat wisata yang ada di kaki Gunung Arjuna.
 (for the detail directions cekidot here.)

Wait ! Sebelum lanjut, to be honest trip kali ini literally spontaneous. Bermula ketika ada satu sobat karib gue yang dateng berkunjung malam sebelum keberangkatan, macam biasa lah kita ngobrol sampai dititik dia bilang kalo besok bakal hiking bareng dua temennya, dia nawarin gue. At first, dia ngebujuk : "let's join us ! It's gonna be cool" secara, itu temen gue punya pengalaman hiking ke beberapa tempat. Compared me, homebody person yang random hahaha (*huh) . Dia cerita sensasi hiking itu bla.. bla.. bla.. sedangkan gue cuma ngerespon ya.. ya.. ya.. doang wkwk.
Gue tanya share cost, rute, dll.. secara gue kaga pernah hiking so far, setelah gue pikir yaudahlah coba aja mumpung libur kerja juga. 
Deal.. gue mau ikut walaupun sedikit worry to meet dua temennya yang gak gue kenal. (I kinda awkward tiap harus interaksi sama orang yang kaga gue tahu sebelumnya) 😶

Preparation

Untuk persiapan cukup basic aja, pagi hari sebelum berangkat gue sama temen gue dapet bagian prepare bahan lauk untuk makan (we went to traditional market for groceries) sedangkan dua orang yang lain, prepare tenda sama peralatan masak dll.

Beruntungnya akoeh dapet pinjaman tas dari kerabat wkwkwk (asli kaga modal) biarin lah 😅
Gak begitu banyak sih yang gue bawa... ada matress, jacket, empty tumbler, container (isi bahan makanan), baju ganti, in general itu doang kayanya... (*duh)
Saran aja mungkin bagi yang amateur macam aing, tiap personil prefer bawa peralatan makan sendiri (single plate, spoon, fork, cup for hot beverages) etc.
Untuk pakaian optional sih, gue pribadi pake t-shirt (kain yang ringan dan gak tebal), trousers kain or jeans whatever you like (cukup yang nyaman dan pas ukuran aja, terlalu tight i think will be uncomfortable) Don't forget pair of socks karena malam bisa sangat dingin, sedingin sikapnya (*halah)
Untuk alas kakinya bisa pake sepatu yang nyaman ajalah, by the way jangan kaya gue (*ppft) gue berasa diprank temen, pake flip-flop karet 😧 emang sih ringan buat step up, tapi jempol kaki tau ah gimana jadinya wkwk... enaknya pake sandal bisa keluar-masuk tenda lebih cepet (anti rempong club) Lebih amannya sih bawa aja sepatu dan sandal sekalian.

Anyway untuk perlengkapan tambahan jangan lupa bawa obat pribadi (include minyak angin, gosok, ato semacamnya).. lotion nyamuk (gue bawa buat jaga-jaga yang pada akhirnya kaga kepake) dan... Tissue ! (Kering dan basah sekalian) important. Untungnya trip kemarin gue cuma sekali buang air kecil, dan gak ada hal complicated alias b*ker wkwk...

On my way

Sebetulnya ada beberapa jalur yang bisa elo pilih untuk bisa sampai di pintu masuk, gue waktu itu lewat Tejowangi-Tambakwatu dengan naik motor.
Sesampainya di titik keberangkatan ada parking area buat nitip motor di rumah orang lokal. 
Untuk tarif parkir more and less Rp. 5k-15k-... (thousand), depend how long your duration of stay. 

Sebelum mulai pendakian, temen gue beli air mineral ukuran besar satu botol (modal minum buat sampe di lokasi). 
(Empty tumbler di re-fill ketika nemu sumber mata air di tengah perjalanan)
Ok, time to get going...

Wish me luck

Kami berempat mulai pendakian pukul 14.45 WIB dan sampai di Putuk Lesung pada pukul 17.55 WIB yah anggep total approximately 3 jam perjalanan, secara kami berempat baru dapet beberapa langkah langsung break dan ambil banyak napas hahaha (cuz most of us are smokers you know how then..) 😂

Gue gak inget kapan terakhir kali do exercise, baru lewat beberapa tanjakan kaki gue asli pegel wkwk napas juga senin-kamis alias putus-putus 😆 
(Tips : Biar performa fit dan menghindari cidera, gue saranin do exercise beberapa kali sebelum hiking. Dan lakuin pemanasan saat hendak mulai pendakian)
Gue berusaha nikmatin sensasi pertama kali hiking, sambil sesekali nostalgia inget jurik malam waktu sekolah dulu hehehe. Time flies...

Kita break sejenak saat di area loket dan pintu masuk sebelum 15 menit berikutnya lanjut pendakian. (*ada pipa mengalir dari mata air di tempat ini)
Terlihat loket maupun pos pantau tutup total, tidak ada petugas yang berjaga. Honestly gue kaga tau apakah destinasi ini mengharuskan adanya HTM (Harga Tiket Masuk) atau Free Entry sebelum adanya pandemi.
Pada saat itu gue masuknya free, anyway di pintu masuk masih ada banner himbauan terkait Covid-19 dan sepertinya waktu itu masih belum ada peresmian pembukaan wisata pendakian lagi.

Based informasi yang gue dapet, sesaat sebelum ditutup pendaki yang mau berwisata diharuskan menunjukkan surat ijin (i dunno yet apakah surat medical check-up or anything else). Menurut info dari temen gue, di era New Normal saat ini wisata pendakian sudah dibuka tapi, pendaki diperbolehkan hanya sampai di Putuk Lesung. Apabila mendaki lebih keatas atau sampai Arjuna tidak ada pihak yang mau bertanggungjawab (if you know more about this actual info please ! Tell me, set free people from misunderstanding)
...

Selanjutnya kami berempat berhenti di Pos 1 : Goa Antaboga tempat orang-orang yang hendak bertapa. Di sekitar lokasi ini ada patung dua naga, ada pula musholla untuk kalian yang muslim beribadah sembari beristirahat. I personally suka udara di tempat ini, segar sambil melihat pohon pinus yang menjulang. 
(*Huft) so relaxing...
Beberapa saat selanjutnya kami melanjutkan pendakian ke Watu Tulis untuk mengisi bekal air.
...

Untuk ke Watu Tulis rute perjalanan mulai menanjak dan berbatu, harap bersiap-siap dan hati-hati ! 
Gue dua kali liat anjing lari turun gunung bareng para pencari rumput, agak parno but okay wkwkw.

Sesaat sebelum sampai di Watu Tulis gue lihat ladang cabai yang subur, gue gak metik walau dalam hati pengen gue kantongin semua wkwkk. (*woi)
Selain itu di persimpangan ada spot foto oke (cover tulisan ini). Ada pohon tumbang dan agak shaking kalo didudukin, be careful ! 
Cheese 😎 (*cekrek) 📷



Sesampainya di Batu Tulis ada pipa air, sejenak kami isi tumbler masing-masing ditemani bau dupa yang khas. Tujuan kami selanjutnya ialah Pos 2 : Tampuono.
...

Di Pos ini ada denah dan petunjuk arah rute tempat tujuan pendaki.
(Putuk Lesung jalur ke arah kanan)
Ada pula warung yang sayangnya waktu gue kesitu masih tutup, (there is hose already to fill your bottle with pure water if needed.)
Sedikit lagi untuk sampai ke Putuk Lesung, hari mulai gelap saat kami hendak melanjutkan perjalanan. 
Put on jacket and use flashlight are needed, let us finish dis.

...
Di rute ini jalur amat menanjak bagi gue, ditambah hari sudah gelap.
Ada momen kami berempat harus bergegas, bukan karena hantu. Tapi karena monyet mulai bergelantungan ditambah gelapnya malam, harap berhati-hati di rute ini.

Finally, kami sampai tepat ketika hari sudah gelap. Selanjutnya mencari dan menemukan spot, untuk selanjutnya mulai bangun tenda (gue gak bantu banyak untuk urusan ini *huhu) 🙈 bangun tenda aja susah, apalagi rumah tangga (*eh)

Tent ready, hunger already wkwk.
Ok, dinner time.
Gue dibantu satu orang bikin makanan (he shows me the trick how to make Nasi Liwet), dan yang lain bikin sisanya (coffee and snacks).
Lumayan spent night nikmatin secangkir kopi dibawah bintang-bintang, menu dinner kala itu adalah tumis toge dengan tempe. Not bad, dengan extra scrambled eggs *bon appetite.

Have no idea waktu itu kami berempat langsung baring, SMT ~ sudah makan lanjut tidur (*alamak). Not much activities, we are just enjoy night view, liat lampu dan hingar bingar kota dari kejauhan, di bawah bintang-bintang ditemani sebatang rokok yang menghangatkan (*aseekk) 😂
I'm so lucky cuaca cukup bersahabat selama trip ke Putuk Lesung, hanya ditengah malam hujan rintik sehingga suhu semakin dingin.
Ini parah sih, udah pake kaus kaki, sleeping bag, dinginnya udara dan keramnya kaki unavoidable. Thank you 😥
....

Keesokan paginya, gue bangun jam 4 pagi dan bergegas liat matahari.
Beberapa saat kemudian here it comes... sunrise like a diamond 😎 *subhanallah...


Hangatnya matahari membangkitkan semangat dalam hati, sejenak lupa akan problem sehari-hari. Semoga kondisi perlahan kembali, semoga gue lanjut diberi kesempatan menikmati sensasi serupa seperti ini, ditempat-tempat lain yang akan gue kunjungi. Amin...


Lanjut...

For the breakfast we cook Nasi Pecel, i love the sensation eating veggies in the middle of nature. A cup of white coffee refresh us right before we back to our routines.

Cerita menarik ; sebelum pulang gue diajak salah satu temen buat ambil air di suatu tempat, selain yang gue sebut di awal tadi. Okay, he told me kalo dia dan temennya yang indigo (sixth senses) sebelumnya pernah ambil air di tempat yang mau gue datengin ini. Waktu balik si indigo ini cerita dekat mata air tadi ada cewe cantik, *lhakoq waktu didekati ternyata wujudnya Mbak Kunti. 😱
- and i was like : oh yea ? Really ? 😶

Oke, mungkin itulah pengalaman ngeluyur gue di era New Normal kali ini. Ini juga pengalaman hiking gue yang pertama, dan camcer (camping ceria) yang kedua, karena yang pertama dulu di pantai. 



Apakah Putuk Lesung oke untuk pendaki pemula ?
- in my opinion is yes, gak ada salahnya mencoba.
Bagaimana pengalaman mendaki pertama kalian ?
- free to share down below


Thank you sudah mau menyempatkan membaca celotehan hamba ini 😅 buat yang mulai traveling atau aktivitas normal. Bismillah stay save, healthy, and happy ♡
See you to the next story...

BACA JUGA (ALSO READ) :