2026: SILENT ERA
WELCOME 2026!!
Apa kabar kalian?
Rasanya baru kemarin aku menulis 2025, was a Big Move
Dan sekarang.. sudah ganti tahun saja..
Time flies :)
How was life?
Aku bersyukur aku melewati lima tahun ke belakang.. dengan banyak kenangan berkesan yang tak terlupakan, aku juga tak menyangka bahwa usia blog ini sudah enam tahun lamanya.. I'm growing up!
Dalam benakku saat ini, aku sudah dewasa.
Sudah sepantasnya aku mempertimbangkan segala sesuatu yang akan aku lakukan, karena waktu tidak dapat diputar ulang.. aku tak mau banyak penyesalan yang aku rasakan di kemudian hari.
Aku sering merenung tentang hidup yang sedang aku jalani, aku mulai merokok.. aku juga minum bir dan apalagi yang di lakukan lelaki dewasa? Yang jelas.. sebelum mengambil keputusan, aku sudah mempertimbangkan tentang sebab-akibat sekaligus risiko yang akan terjadi, aku tidak mau terpengaruh oleh faktor luar.. bukan berarti aku menutup mata untuk melihat dan belajar tentang hidup. Kini aku ingin mendengar kata hatiku dan lebih mengenal tentang diriku.
Tak menyangka dua tahun sudah aku tinggal bersama orang-orang baru. Aku belajar banyak tentang kompromi, Jujur.. disisi lain aku merindukan private life. Bekerja dengan banyak orang dan hidup bersama banyak orang berbeda lama-lama membuat diriku lelah. Aku butuh menarik diri dari keramaian.
Aku menikmati duduk sendirian di cafe, memesan seporsi makanan enak untuk diri sendiri, mendengarkan musik sambil meneguk kopi gula aren yang legit, hingga menghisap sebatang rokok sambil mencari inspirasi. Ada kalanya di saat sendiri tersebut, aku merasa nyaman untuk sejenak lari dari realita. Aku bisa tenggelam di dalam isi pikiran untuk mendengar kata hatiku.
Di awal tahun ini.. ada banyak gebrakan yang sedang terjadi.. apapun itu aku harus siap untuk menghadapinya.
Untuk diriku, aku bangga karena kita bersama sudah melangkah sejauh ini.. Aku ingin berterima kasih karena kita sudah mau bertahan melewati masa masa sulit, aku bersyukur atas progress yang kumiliki, perkerjaan yang kulakukan, orang orang keren yang ku jumpai, dan semangat dalam bermimpi.
"Dalam menjalani hidup ada dua hal bisa kita pilih, tidur melanjutkan mimpi, atau bangun untuk mewujudkannya."
Aku menikmati single era, dimana aku punya kendali penuh atas keputusan hidup yang akan aku lakukan. Notifikasi ponsel hanya berisi tentang grup kerja, tidak ada paksaan untuk berkabar, tidak ada sleep call dengan siapapun, yang terdengar ialah isi kepala. Aku terbiasa dengan kesendirian, dan kini aku sudah berdamai dan memutuskan untuk memeluk rasa kesepian.
Tenang! hidup tidak sedepresi itu kok, di fase terendah hidup yang aku alami.. aku membuktikan bahwa gak sedikit orang yang datang menolong atau sekedar check up on me. Dan aku pribadi tak akan pernah melupakan siapa saja orang-orang itu.
..
Belum lama ini aku memutuskan untuk tinggal sendiri, aku menyewa kamar kost. Sudah saatnya aku kembali mandiri, tidak menyusahkan.. membebani atau terbebani dengan orang lain. Tantangan hidup merantau di kota, dalam sebulan aku sudah dua kali pindah tempat tinggal. Hahaha...
Aku mengalami rasa gatal terparah yang pernah aku alami. Aku masih mencari tahu penyebabnya, apakah aku memiliki alergi? atau karena akses air dan kondisi kelembaban udara di lingkunganku? yang jelas aku bersyukur di masa pindahan ini aku dipertemukan dengan orang-orang asing yang supportive.
Aku masih beradaptasi dengan perubahan, aku juga sudah terbiasa dengannya. Kini, aku sudah memiliki tempat tinggal yang layak untuk diriku. Bagiku kamar kost bukan hanya sekedar tempat singgah atau bernaung selama di perantauan, namun ia adalah rumah dan tempat aman yang kumiliki. Untuk kali pertama aku mewujudkan keinginanku untuk menjadi Host bagi traveller yang ingin singgah untuk menjelajah Surabaya. let's see..
Satu tahun sudah aku pindah ke Surabaya, berkat Kak Widia aku dipertemukan dengan orang-orang baru yang terasa seperti keluarga. Ajaib memang, aku bersyukur menemukan orang-orang baik yang mau menerima kehadiranku. Tak sedikit dari mereka yang menjadi inspirasi di hidupku, dan dari mereka pula aku mengamati dan belajar tentang arti dan koneksi hidup.
Di tahun ini, kami kehilangan seorang teman sekaligus keluarga.. yaitu Cece Yulia.
Beliau adalah teman dekat dari ibu kosku, Dari persahabatan mereka berdua, aku belajar tentang ketulusan. Walaupun karakter bertolakbelakang.. mereka saling peduli dan menerima karakter masing-masing. Satu tahun aku baru mengenal Cece Yulia, di mataku beliau adalah sosok wanita alpha yang pekerja keras. Tidak begitu banyak momen bertemu dan basa-basi dengannya. Namun, aku merasakan kehadirannya.
Sungguh sedih ketika beliau didiagnosa sakit keras, dan menjalani terapi.. yang mengharuskan beliau datang dan pergi dari luar kota hingga keluar masuk rumah sakit. Aku turut berduka atas berpulangnya beliau, masih ingat tepat di bulan Februari Tahun 2025.. kami menemaninya pergi ke kuil di Pantai Kenjeran untuk melarung bunga atas penghormatan kepergian mendiang ayah beliau, sekaligus suami dan keluarga kak Widia yang telah meninggal. Sepulangnya dari sana kami mengunjungi Pasar Atom, dan ditraktir beliau, Imlek tahun lalu juga kali pertama aku mendapatkan angpao dari beliau. Bagi orang lain mungkin terlihat biasa, namun bagiku ini sangat bermakna..
Awal tahun ini di bulan Januari aku kedatangan paket, yang ternyata itu adalah kado ulang tahun dari Cece Yulia. Jujur, aku tersentuh. Tak terpikirkan beliau masih ingat denganku dan mengirimkan hadiah kepadaku menjelang hari operasinya.. Hari yang tak diduga terjadi, Aku ikut bahagia ketika Kak Widia pergi menjalankan ibadah ke Mekkah, namun di waktu yang hampir bersamaan kami harus menerima berita duka atas berpulangnya Cece Yulia. Di sela waktu istirahat kerja, aku mendapatkan pesan dari Kak Widia tentang kepergian Cece di bulan Februari ini. Aku tak tahu harus berkata apa? Yang jelas aku paham bagaimana kehilangannya perasaan Kak Widia yang tidak bisa ikut hadir di rumah duka.
Terima Kasih Cece atas segala kebaikan dan dukungan yang engkau berikan..
Darimu aku belajar tentang cinta yang tak harus melalui kata-kata. Beliau adalah sosok yang tegas sekaligus bertanggung jawab. Beliau juga orang yang rela berkorban demi orang-orang yang ia sayangi. Terima kasih telah hadir di hidupku..
"people come and go in life, but something happens for a reason.. every hello just means goodbye at the right time. So be grateful with our circle and support system, there's a time to express love till nothing regret when they leave."
Setahun ini aku tidak melakukan traveling seperti sebelumnya, aku juga masih belum tahu akan memulainya lagi kapan. Ada rasa rindu untuk pergi dan menjelajah kota baru, namun untuk saat ini sepertinya aku masih harus fokus menjalani kehidupanku disini.
Waktu tidak dapat diputar ulang, sepandai-pandainya manusia.. kita hanya bisa merencanakan dan mengusahakan yang terbaik, namun.. takdir dan yang menentukan ialah Tuhan Yang Maha Esa.
Di kesempatan menulis kali ini aku hanya ingin mengucap terima kasih dan bersyukur atas apapun yang aku miliki. Semoga kita selalu diberkahi dan dilindungi dari hal-hal yang tidak baik bagi kita.
Sampai jumpa di tulisan lain, Selamat menjalani hidup :)
Thank you for reading..





